Ekonomi Jalan Tengah……apa itu?????
By admin | June 8, 2009
Sistem ekonomi yang dikumandangkan para capres-cawapres saat ini : MEGA-PRABOWO mengusung ekonomi kerakyatan; JK_Wiranto : juga mengusung ekonomi kerakyatan dengan istilah sedikit beda namun dasarnya sama.; sementara SBY-BOEDIONO : mengusung ekonomi jalan tengah.
Menurut saya kelihatan sekali bahwa platform ekonomi jalan tengah adalah sistem yang terpaksa diciptakan untuk mereduksi serangan ekonomi neolib yang jelas kelihatan di tolak rakyat karena jelas tidak memberikan dampak positif bagi kehidupannya.
Artinya apa ; secara tidak langsung SBY-Boediono malah mengakui bahwa selama ini memang mereka menjalankan sistem ekonomi dengan mengacu pada sistem liberal yang tidak berhasil, dan mengakui ketidakberhasilan itu. Sederhana saja kalau hasilnya bagus dan sesuai dengan harapan rakyat mengapa harus takut mengakui; dengan kata lain kalau dengan menganut sebuah sistem dan hasilnya baik bagi kehidupan rakyat tentu tidak ada alasan untuk tidak mengatakan apapun sistem yang digunakan.
Bagi rakyat : apakah ekonomi kerakyatan, neolib, kapital bebas atau apapun tidak perduli selama memang hasilnya untuk rakyat.
Melihat realita yang ada sekarang, membanjirnya produk asing, penguasaan asing atas perusahaan energi, tambang, super market, mini market, bank-bank lokal, tidak terperhatikannya petani, nelayan, pedagang pasar, ukm dll maka seyogyanya kita berani menentukan untuk kembali menggunakan EKONOMI KERAKYATAN yang dicita-citakan Bung Karno.
Topics: Opini, Politik | 1 Comment »
Gak usah sok jadi bangsa modern……….
By admin | May 31, 2009
Sejak ORBA sampai sekarang kita merasa seperti negara industri, modern, maju, canggih……..padahal kemisikinan mayoritas rakyat masih membelenggu…………mungkin perlu kembali menyimak lagu masa kecil ku ini ; dan saatnya menyadarkan kita semua akan desa kita yang subur dan penuh potensi…………..
DESA KU YANG KU CINTA
PUJAAN HATI KU
TEMPAT AYAH DAN BUNDA
DAN HANDAI TAULANKU
TAK MUDAH KU LUPAKAN
TAK MUDAH BERCERAI
SELALU KU RINDUKAN
DESA KU YANG PERMAI
Semoga Prabowo BERANI menjadikan DESAKU yang PERMAI menjadi PILAR PEMBANGUNAN BANGSA.
Topics: Kehidupan, Opini, Politik | 1 Comment »
EKONOMI KERAKYATAN-NYA PRABOWO SUBIANTO
By admin | May 31, 2009
EKONOMI KERAKYATAN-NYA PRABOWO SUBIANTO
Sabtu, 30 Mei 2009, 4:22 pm
Menjelang PilPres 8 Juli nanti masing2 paket pasangan capres-cawapres dlm pre-kampanye mereka sudah mulai menggulirkan isu-isu ttg kebijakan yg akan dijalankannya bila terpilih. Prabowo Subianto dr Gerindra dalam iklan2nya di televisi sejak menghadapi PilLeg lalu menggemborkan ttg gelora Indonesia Raya bermodalkan kekuatan rakyat (paling tidak begitulah yg dikatakannya); SBY dr Demokrat selaku capres incumbent -yg hasil polling bbrp lembaga survey masih menyatakan dia yg paling populer- ternyata memilih Boediono sebagai pasangannya sbg cawapres. Tersebar rumor sorotan –terutama dr yg kurang setuju- bahwa Boediono ini adalah seorang penganut paham ekonomi neo-liberal. Sdgkan, JK masuk kunjungan ke pasar2 tradisional.
Kita tentu patut bersyukur bila kini media massa terutama televisi dapat marak menampilkan dan mengulas visi-misi dari paket2 pasangan Capres-Cawapres ini. Hal seperti ini tidak terbayangkan pada 15 tahun yang lalu, saat membicarakan ttg suksesi saja (istilah halus utk niat menjungkalkan Soeharto dari kursinya krn sudah terlalu membosankan), sepertinya dianggap tabu, pamali. Kini publik dapat menilai visi-misi orang yg akan mereka pilih sbg pemimpin nomer satu Republik ini, dari bbrp pilihan, lewat media televisi. Tentu kita patut bersyukur.
Dr banyak stasiun televisi yg menayangkan itu dg modelnya masing2, TVRI dg acara Dialog Aktual Plus juga menghadirkan capres/cawapres ini. Pada Kamis 28 Mei 2009 jam 22.00-23.00 WIB ditampilkanlah Prabowo Subianto, sedangkan pada pd Senin 1 Juni 2009 y.a.d, akan ditampilkan Boediono.
Pd saat menampilkan Prabowo ini, host didampingi oleh bbrp akademisi FE-UI a.l.: Prof. Sri Edi Swasono, Dr. Nina; dan Prof. Irwan dari Universitas Andalas. Berikut ringkasan yg sempat saya catat:
Pengantar pembuka, menampilkan opini pandangan thd acara ini (direkam sebelumnya), dr;
Firmanzah, PhD (Dekan FE UI): Apa yg mulai sering diungkapkan ttg wacana Ekonomi Kerakyatan selama ini kurang mendalam kajiannya. Memang perlu dipertemukan antara akademisi dengan politisi, shg bgmn nanti menjadi public policy yg realistis dapat diterapkan. Ekonomi global skrg saling terkait satu sama lain. Bgmn dg kajian ini nanti kita dapat mendudukkannya dalam konstelasi nasional, regional, internasional. Selanjutnya, Pendidikan Politik yg terkait dg isu-isu ekonomi dapat kita lakukan.
Prabowo Subianto:
DiTanya (T) host : Apa yg Anda maksudkan dg ‘ekonomi kerakyatan’?
Jawab Prabowo (J) : Intinya adl bgmn ekonomi suatu bangsa membawa kpd kesejahteraan rakyatnya. Visi-Misi saya ini telah muncul saya mulai sejak th. 97-98 saat ekonomi kita mengalami crash, mengalami krisis; padahal kita ingat benar pd th. 1997 World Bank me-muji2 Indonesia. Saat krisis itu nilai rupiah hancur, dr awalnya 2.000/US$ menjadi 15.000/US$, merosot 7 x lipat.
Dilihat dr neraca ekspor-impor, ssungguhnya sbg bangsa kita untung. Kalo demikian, kalo sbg bangsa kita untung, kok kita alami krisis? Trnyata, … pd 1997-1998 itu, neraca untung 25 miliar US$/tahun. Selama 12 tahun. Seharusnya devisa 300 miliar US$. Ttp mngapa dr laporan yg dirilis BI tak lebih banyak dari 60 miliar US$? Ini karena kita tidak mampu menjaga kekayaan alam yg ada di negeri kita.
Dlm hal pilihan kebijakan ekonomi, saya tidak mempermasalahkan istilah, apakah itu neo-liberal, neo-klasikal; … tapi ubahlah. Saya sudah membaca tulisan2 dr Pak Edi Swasono, Pak Mubyarto. Pasal 33 UUD ’45 itu sudah kita tinggalkan berapa puluh tahun?
(T) : Bgmn caranya?
(J) : Kita lihat mana sektor di mana Indonesia masih punya keunggulan? = Pertanian! Wilayah kita ini adl 1/3 zona tropis dunia. 11% dr 33% zona tropis dunia. Kita dapat panen 2-3 kali setahun. Air hujan sepanjang tahun. Masalah mendasar = kemiskinan. Sektor pertanian paling banyak dan cepat menyerap Tenaga Kerja dan memperoleh nilai tambah kembali. Beras 120 hari. Jagung 95 hari. Bisa cepat dapat keuntungan. Kita masih punya lahan. Justru kita punya 59 juta ha hutan yg rusak, diubah mjd lahan produktif. Dr prtanian bisa swasembada energi, bio-fuel; bisa jadi penyuplai dunia, net-eksporter utk dunia.
Dr. Nina (FE UI) : Ini kebijakan yg menarik. Dlm hal kebijakan pertanian, dibanding kebijakan pemerintah sekarang, perbedaannya di mana?
Prabowo : Pd pemerintah skrg, APBN kita tahun ini Rp 1000 triliun (=100 miliar US$), hanya 1,6 % utk sektor pertanian. 1,6 % saja! Ini jelas bukan pro-poor. Padahal pemerintah juga mengalokasikan stimulus Rp 37 triliun utk hadapi krisis global, dan yg diberi adalah perusahaan2 besar. … Kita dapat lihat bukankah Kebijakan a.l. dicerminkan oleh anggaran2, proyek2? Tapi apa yg terjadi? Memberi kredit utk bikin apartemen mewah. Ini bukan ekonomi kerakyatan.
BRI memiliki 32 triliun; masih membiayai apartemen2 mewah. Ini tidak berpihak kpd ekonomi kerakyatan. Ini ketidak-adilan sistemik.
Prof. Irwan (Univ. Andalas) :
Kalau menyimak paparan tadi, betapa terlihat utk niat sudah adil dan makmur secepat mungkin. Kita lihat Thailand, di sana ada Thai Farmer Bank yg benar2 mengurusi petani. Apakah mau dibuat plat khusus utk itu? … Slama ini mmg terlalu banyak beban bagi rakyat bila mau pinjam duit. Mereka tak punya pengetahuan dan akses ttg itu. … Lalu juga Produksi mau dikemanakan, kalau memang subur? Ini mmg visi bahwa bgmn menciptakan titik tumbuh tidak hanya di Jakarta, bagaimana? Slama ini masih yg terjadi adl APBN masih menanggung APBD. Nasional masih menanggung daerah. Nah visinya, harapannya di masa depan nanti, Daerah-lah yg justru kasih makan Presiden. APBD beri makan APBN. Bgmn caranya ini?
Prabowo : Dulu BRI itu bank koperasi tani dan nelayan, itu dulunya BRI. Tapi kini pemimpin2 bank lupa akan tanggung-jawabnya. … Mau dibuat apa jagung? Lha Pemerintah harus ikut terjun, ikut intervensi! Kalo neo-klasikal itu = pemerintah nonton saja, jadi wasit saja. Neo-liberal = semua akan diatur dikoreksi oleh pasar = invisible-hand. Apa invisible-hand ini?Tangan hantu? (audience tertawa) Diserahkan kpd tangan yg tak terlihat? Dulu kita punya Bulog, koperasi2, KUD2, .. jangan dibubarkan semua. Dulu belum bagus, tapi perlu diperbaiki, bukannya dibubarkan. Pemerintah memberikan dukungan kpd dukungan2 politis. Kini kita masih impor singkong! Garam saja masih impor. Pemerintah harus intervensi. Pemerintah jangan hanya jadi wasit.
Pemerataannya?:
Janganlah lembaga2 keuangan beri perhatian kpd sektor2 mewah. Pd saat crash, kita ingat yg menopang adalah ekonomi rakyat. Pengusaha besar ngemplang hutang semua.
Prof. Edi: Neo-liberalisme= menggusur orang miskin. Ekonomi sekarang memang demikian. Mall baru akan menggusur ekonomi tradisional. Di mana2 skrg ada Carrefour, menggasak retail2 kita, mengaku bukan neo-liberal, tp penggusuran orang miskin jalan terus.
No. 1: Sbg Ketua Asosiasi Pedagang Pasar, bgmn? Bgmn tjd penggusuran? … HKTI juga? Apa scr sistematis jabatan2 itu disiapkan? (audience tertawa) … maksud saya, kalau memang disiapkan, itu ‘kan baik?
No. 2: Bank mengenakan bunga. Pdhal ciri org miskin = tak bisa mbayar bunga. Jaminan? Orang miskin tak bisa memberi jaminan. Apakah dg demikian UU Perbankan akan Anda rubah?
Prabowo: Di HKTI itu saya diminta jadi Ketua Umum. Kita sudah melakukan bbrp advokasi, dan sudah pengaruhi bbrp kebijakan. Tapi utk Pupuk mmg belum. Sdg-kan di Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional. Saya kaget (saat ada yg mengajukan/mengusulkan dirinya menjadi Ketua –pengutip). Kok saya? Ternyata, pada waktu-waktu akhir ini sudah kejadian setiap minggu satu pasar terbakar. Mereka bilang: “Pak, itu bukan terbakar. Itu dibakar.” Setiap minggu satu pasar terbakar. Setiap habis, datang developer kembangkan pasar baru. Kmd dibangunlah pasar baru, … harga sudah tidak terbayar! Di blok M harganya per meter lebih mahal drpd Orchard Road, bahkan drpd New York! Ini menunjukkan tidak adanya keberpihakan dari pemimpin2 utk membela rakyatnya sendiri. Saya terjun ini krn mmg didesak oleh mereka yg jadi anggota APPSI dan HKTI. Mereka bilang: “Kalo kita tak masuk, kita selalu dirugikan terus, pak. Kalo kita tak masuk.”
… UU Perbankan? Kalo bank2 pemerintah itu di bawah eksekutif, Dirut2nya bisa dipanggil. …. Tepuk tangannya di sini (sahut Prof Edi).
Kebijakan perbankan?
Bank2 pemerintah itu dg kehendak politik, direksi diberi mission yg jelas. Dalam hal micro-financing itu, sesungguhnya bukan Bangladesh yg memulai. Kita (/BRI?) dulu pernah Ttg UU itu; kita akan kumpulkan ahli2, prof. … Dg kehendak politik, kita bisa larang jg beri lagi kredit utk proyek2 bangun mewah2.
Sulastri Surono (FE-UI) : Hutan kita 59 juta ha mau ditanami bio-etanol? Utk itu butuh anggaran. Bgmn kita akan membayar hutang? Akan mengemplang-kah? Argentina pd 2001 tidak membayar hutang…. … Bgmn pertumbuhan ekonomi double digit?
Prabowo : Dalam praktek dagang ya, sesungguhnya sangat lazim, minta dijadwalkan kembali itu. Begitu dalam praktek dagang. Tak ada alasan utk tidak re-schedule of doubt-payment. Sbg contoh, th. 2009 ini kita harus bayar hutang 10 miliar US$ (Rp 95 triliun) utk pokok dan bunganya. Bgmn kalo bayarnya itu 5 tahun lagi atau 10 tahun lagi. Ini dapat utk investasi itu. Dlm waktu sekian tahun kita dapat bayar utang, krn kita dapat nilai tambah. 1ha = 19-20 ton etanol per tahun. Aren hutan produksi. 80 juta ton etanol itu equivalen dg … BBM.
Edi Swasono : Ada satu catatan, pak. Ada utang IMF yg memang jangan dibayar, krn kesalahan IMF; terdikte oleh IMF. Kalo itu kesalahan IMF, ngapain dibayar?
Dibuka pertanyaan dr floor audience yg hadir di studio:
Nining Susilo (Kepala UKM Centre FE-UI)
Saya mengurusi 48 debitur, pengusaha mikro kecil. 10 dalam skala Grameen Bank. Bgmn kami menangani orang miskin ini. Ekonomi kerakyatan itu bahasanya nurani, menangani orang kecil.
Jangan salah (,pak Edi). Orang kecil itu mampu membayar suku bunga! Ciptakanlah orang miskin punya bank sendiri.
Prabowo: Itulah arahnya, orang miskin mampu bayar. Betapa multiplier-efffect yg dapat dicapai dari itu.
Edi: Memang orang kecil kan tidak punya jaminan. Pasal mengenai jaminan harus diamandemen.
Prof. Irwan : Rakyat ini ada di desa dan daerah. Yg paling dekat dg rakyat adalah Bupati, atau Gubernur; Camat dsb. Apakah Prabowo akan meng-otak-atik UU Otonomi . Mau diatur semua dari Pusat?
Prabowo : Tentu tidak. Tapi kita perlu efisiensi uang rakyat. Kita tak mau lagi ke ekonomi sentralistis. Uang yg digunakan pemerintah jangan malu dipertanyakan; itu uang di mana dipergunakan? BUMN harus digunakan sbg lokomotif, bukan dijual, bukan diprivatisasi.
Ada yg terlupa dr Bu Sulastri ttg dua digit tadi: Ini sekarang jadi polemik. Awalnya… saya tercengang saat Januari lalu mendapat kajian dari badan riset luar negeri ttg GDP Indonesia; kalau 1 digit, masih jauh GDP 200 dolar itu. Kenapa kok kita puas dg sasaran satu digit? Kita akan menerima vonis, masih miskin 50 tahun lagi. Apa ini yg kita mau setelah 100 tahun merdeka? Kita biasa utk dialog, dg ahli ekonomi? Mau diskusi? Saya siap. Saya yakin itu tidak mustahil.
(Edi): Ini karena tidak dayagunakan resources-base lokal, they don’t transform ‘beban’ menjadi ‘asset’? Bgmn caranya?
Prabowo: Saat saya jadi tentara, kita mendapat falsafah : Tidak ada prajurit yg jelek, yg ada hanya komandan2 yg jelek. Kita harus berpihak kpd bangsa sendiri.
Host memberikan kesempatan kpd Dr. Nina utk memberikan penilaian
Dr. Nina: Kendala: kita sesungguhnya sudah termasuk berpendapatan menengah. Tp kendala. Dg strategi yg dikemukakan: pertanian, pro-poor, ke mikro; itu. Ada 2 kemungkinan. Bisa tidak penting-lah pertumbuhan itu, krn yag penting adl penyediaan lapangan kerja. Saya tanya: Shift kalo target ini (pertumbuhan-peng.) tak tercapai bgmn? BUMN menjadi motor, seperti apa? Tak hanya pro-poor, engine-nya itu?
Prabowo:
Saya termasuk sangat keras menentang penjualan2 BUMN. Saya ada mendengar akan ada Privatisasi lagi 33 -35 BUMN? Tapi krn ini menjelang Pemilu lalu agak dirobah? (audience tertawa) Ini saya tentang. Dr sudut pandang yg saya yakini: ekonomi suatu bangsa, survival bangsa itu? Kalo dijual, berarti tidak punya pertahanan ekonomi lagi. Kita akan telanjang. BUMN ini pencetak uang yg sangat banyak. Di Singapore itu 70% adl BUMN. BUMN mjd motor=lokomotif. China, India, … Perancis. Kalo PLN di-swasta-kan, bayangkan! Kini pelabuhan2 mulai dikuasai oleh swasta asing . Ini membahayakan.
Prof. Irwan : Jarang paralel; pertumbuhan dengan pemerataan itu. Kalo mengejar pertumbuhan, pemerataan tertinggal. Pertumbuhan = investasi. Investasi = pebisnis kelas kakap. Bgmn ini agar konsisten?
Prabowo : Yg menciptakan lapangan kerja banyak! Bukan pertumbuhan akan membebankan pemerataan. Kalau itu, pertumbuhan dg kerangka pertumbuhan neo-klasikal – neo-liberal. Tapi kalo kita, kita akan gunakan BUMN utk mendorong. Kalo investor2 asing melihat, tertarik, kalo dr luar ya monggo. Uang rakyat tidak akan kita lepas. Invisible hand? ….
Realistis-kah ini? Saya bukan hanya asal … e.. njeplak, ya. Sudah satu tahun lebih ini saya kumpulkan kelompok pemikir. Mengkaji rekomendasi2. Kalo ada waktu 3,5 jam saya akan siap siap bertemu dg ahli2, …. tentu saja saya juga didampingi dg ahli2 yg mendukung. (audience tertawa).
Prof. Edi: Pesan utk Pak Prabowo, kalo terpilih, hati2lah memilih anak buah. Yg punya hobi menjual itu anak buahnya. Hati2 memilih anak-buah.
….
Begitulah yang sempat saya catat. Tentu Anda yg tahu banyak ilmu ekonomi dapat menilainya jauh lebih baik drpd saya. Kalo saya sih, catatan di atas menarik karena ada yang membuka wawasan saya. Tentang benar-tepat atau tidaknya dari segi keilmuan, realistis atau tidaknya; tentu saja saya tidak tahu. Anda yang lebih tahu saya mohon komentarnya.
Kutipan: THE NURDAYAT FOUNDATION
http://nurdayat.wordpress.com/2009/05/30/ekonomi-kerakyatan-nya-prabowo-subianto/
Topics: Berita, Opini, Politik | 2 Comments »
Kembali merasa menjadi BANGSA INDONESIA
By admin | May 29, 2009
Saya rasa banyak dari kita semua pasti bingung menentukan pilihan diantara 3 cawapres yang ada saat ini; mana yang mempunyai program yang baik dan pantas di pilih?
Mencermati dan mengamati perjalanan bangsa ini setelah setelah era orba berganti era reformasi , menurut saya pokok permasalahan pada pemimpin kita adalah bukan masalah bisa dan tidak bisa, akan tetapi lebih pada masalah berani atau tidak.
Ingat bangsa kita adalah bangsa yang besar dan bangsa kaya, akan kandungan alam yang tak ternilai; namun justru dengan kebesarannya dan kekayaannya tentu menjadi incaran bangsa lain yang ingin mengambil, menikmati dan menguasai kita.
Dengan kebesarannya dan kekayaannya tentunya untuk mewujudkan tekad menjadi kenyataan dari selogan INDONESIA RAYA (bangsa yang makmur dan disegani) sudah pasti BISA dilakukan.
Mengapa setelah merdeka berpuluh tahun kita masih jalan ditempat bahkan mengalami kemunduran? karena, kita memang di kondisikan (di buat) memang seperti sekarang ini dan dari kita sendiri tidak pernah BERANI untuk mewujudkan INDONESIA RAYA itu.
Seperti pada teori budak/babu/kacung tentu Juragannya/Bossnya tidak menghendaki budaknya mati/setengah mati (nanti juragan malah tidak bisa memanfaatkan tenaga sibudak) namun juga tidak mau si budak menjadi pinter, maju, makmur (nanti si budak malah tidak mau jadi budak lagi) ; jadi apa yang dilakukan oleh si juragan ya membuat si budak asal hidup. Ini persis apa yang terjadi pada bangsa ini, kita dibuat asal hidup, mati jangan , maju pun jangan ; sehingga mereka akan tetap terus bisa mengambil dan menikmati semua hasil bumi kita; menjual produk2 mereka, memakai tenaga2 kita dengan murah.
Bagaimana mereka melakukan itu : saya rasa banyak instrumen yang digunakan; lihat saja cara kerja TENGKULAK/RENTENIR : petani dikasih utangan dulu panennya di atur dan dikuasai sepenuhnya oleh si TENGKULAK so dengan adanya pinjaman2 asing yang menumpuk maka kita harus menuruti skenario mereka. Gas harus di jual dengan harga tertentu, bagi hasil tambang juga harus mengikuti keinginan mereka, pasar domestik harus di buka lebar2 buat mereka dan lain lain, dll, dsb, etc…….
Mereka semua berlindung di balik ….hukum2 internasional, standar2 internasional….yang sebenarnya dibuat oleh penguasa dunia ini yang tentunya akan menguntungkan mereka sendiri dari pada bangsa berkembang dan yang masih miskin seperti kita.
Jadilah Indonesia yang mempunyai pemimpin selama ini mengatakan bahwa : kita harus menghormati perjanjian2 sesuai hukum internasional itu…………meskipun dengan menghormati hukum2,standar2 itu rakyat harus diinjak2,menderita. Ini tidak ADIL!
Kita harus kembali menjdai Bangsa Kita Sendiri! maka nya kita perlu pemimpin yang BERANI..BERANI dan BERANI bukannya bukannya hanya bisa bicara KITA HARUS REALISTIS, KITA BELUM BISA.
BERANI apa ? BERANI menuntut keadilan untuk BANGSA ini. BERANI mengatakan bahwa BANGSA ini menghormati BANGSA LAIN namun tidak diatas kesengsaraan BANGSA SENDIRI.
BERANI : renegosiasi kontrak2 dengan asing yang diaanggap tidak ADIL, menjadwal Hutang karena kita perlu memberi makan terlebih dahulu pada anak bangsa ini yang masih banyak dibawah garis kemiskinan.
BERANI : melindungi pasar dalam negeri dari serbuan membabi buta produk2 asing
BERANI : duduk sejajar dengan BANGSA MANAPUN di muka bumi ini.
Dan saat ini itu ada pada PRABOWO SUBIANTO.
8 program aksinya, keinginannya, tekadnya, pemikirannya, semangatnya, optimismenya dan keberaniaanya telah menggugah OPTIMISME saya kembali menjadi seorang anak bangsa INDONESIA. Indonesia Raya yang di kita cita-citakan dalam lagu kebangsaan kita.
Setelah sekian lama terkungkung dalam kehidupan berbangsa yang semu, asal hidup, seorang PRABOWO SUBIANTO kembali mengingatkan kembali bahwa kita Harus Menuju INDONESIA RAYA!
Salam,
Tatag Mahmara
Topics: Opini | No Comments »
Trecia dan Tobrian…….
By admin | April 20, 2009
gak mau ah… bau , belom mandi kan mas Tobi …………
Topics: Keluarga | No Comments »
Anak vs Media by Mahayoni
By admin | March 9, 2009
Seharusnya para orang tua sudah membaca buku “anak vs media” ini, atau buku2 lain yang senafas sejak TV mulai berisi acara-acara yang tanpa batas khususnya untuk anak-anak, lebih dari sepuluh tahun yang lalu.
Dalam buku Anak vs Media ditulis dengan bahasa apa adanya dan peristiwa yang faktual penulis sendiri alami, menjadikan buku tersebut reasonable dan sesuai dengan peristiwa atau kondisi kebanyakan para keluarga. Juga keluarga saya. Beruntung saya membaca buku itu, detik itu pula saya harus berusaha menerapkannya.
Saya yakin banyak orang tua yang sudah merasa cerdas bahkan intelek bisa dan percaya diri mengatur banyak hal, cara-cara, untuk menghalangi bagaimana anak-anak tidak tergila-gila pada TV; tapi pasti akan merasa masih jauh dari apa yang mereka seharusnya lakukan setelah mebaca buku ini. Itu sudah lebih baik, karena saya juga yakin masih banyak diluar sana, orang tua yang sama sekali tidak menyadari atau bahkan tidak perduli akan urusan keluarga, perkembangan anak, khususnya anak dan media.
Maka saya menyarankan bacalah buku ini ” anak vs media” sederhana, tapi sangat bermanfaat.
Komentar :
Lebih cocok buku ini di beri judul : Anak + Media vs Orangtua , sesuai kenyataannya bahwa kebanyakan anak-anak telah menjadi sekongkokol media “TV” dan tentunya orangtua harus berhadapan dan memisahkan sekongkol keduanya, sehingga pada akhirnya anak+orangtua vs media.
Faktanya : media memang tidak bisa disingkirkan atau dihilangkan tapi di ’siasati’ sehingga kita (anak+orangtua) yang mengatur media (TV) agar tidak mengatur kita.
Semoga membawa anda membaca buku tersebut.
Topics: Kehidupan | No Comments »
Ketemu sahabat lama!
By admin | March 5, 2009
Semalam seakan menjadi hari beberapa puluh tahun silam………betapa tidak bertemu sahabat lama sejak SMP kelas 2 - SMA ; dan yang lebih membanggakan lagi adalah dia sudah menjadi “orang” dikehidupan sekarang ini. Dia menjadi seorang ahli kehidupan…….ya…dalam hidup yang sangat susah ini dia malah jadi ahlinya…bener2 luar biasa. Sejatinya dia seorang pakar media telivisi juga ahli komunikasi dan dan dari dua hal tersebut sudah barang tentu banyak mengintervensi dunia bagaimana cara hidup itu.
Saya mungkin tidak jadi terkejut saat tau dia menjadi seperti ini; jika saya ingat-ingat bagaimana bakat, kemampuan saat masih kecil nya dulu…..ya memang dia ada talenta lebih dari teman sebayaku dulu. Ya saya berteman dengan dia dulu, karena memang dia pintar (biar saya ikut pintar :) ) cocok berdiskusi dan sama-sama sebagai anak2 pada masanya yang mau dan punya pemikiran tentang segala sesuatu. Bahasa awam nya anak yang sok tau atau “kemeruh”
Hampir 2 jam bertemu dan berdiskusi masa lalu dan masa sekarang dengan dia begitu sangat cepat berlalu. Melepas kangen, mengevaluasi perjalanan hidup dengan dia seorang ahli hidup sungguh menyenangkan. Yang pasti akan ada pertemuan lagi, karena “jujur” saya mau dapat banyak juga dari dia….:)
Kesimpulan saya dari pertemuan kemarin adalah - dari sudut diri kita - hidup : kita harus berbeda dengan orang lain, penuh rencana, bersiasat, ada kemauan dan tujuan…. kayak nya teori tapi secara nyata itu yang , hal-hal itu yang membuat orang tetap survive dengan baik. Dari sudut spiritual ya Tuhan lah sumber pertolongan kita tidak lain tidak.
Temenku ini sudah menerbitkan beberapa buku : dan salah duanya yang dihadiahkan ke saya adalah : “Anak vs Media” & “Between Commitmen and Change”
Saat saya tulis ini belum dibaca……..nanti saya kasih komentar setelah baca.
Oh ya dia adalah M MAHAYONI S.H. ; salah satu yang ikut merintis progran Liputan 6 SCTV selama 10 tahun, Director of School for broadcast media di Jakarta yang didukung oleh lembaga2 UNDP, ISAI, European Commission, Bappenas, BBC World Service, RNTC, aktif di kegiatan2 sosial seperti Yayasan Cahaya Bagi Negeri (CBN), CMN, FMC. dan saat ini juga sebagai Director Pengembangan Sumber Daya di President University, juga sebagai dosen lepas, motivator, mediator…..wuis banyak.
Topics: Opini | No Comments »
Situs buat pelatih, pemain dan penggemar sepak bola
By admin | January 7, 2009
Buat pelatih-pelatih, pemain-pemain (amatir, yunior, senior ,pro) , maupun yang hobi sepak bola kalau mau mendapat trik2, ilmu2 bermain bola, berlatih sepak bola dari berbagai negara silahkan buka portal hitsoccerball.com Disitu tertedapat berbagai link situs mengenai kepelatihan, training, tip dan trik dari kumpulan berbagai situs tentang sepak bola. Semua dapat di akses dengan gratis namun dalam bahasa inggris. Di print lalu diterjemahkan..bisa kan.
Silahkan di ubek2 situs hitsoccerball.com
Topics: Sport | No Comments »
Kapan harus ke Dokter?
By admin | November 4, 2008
Beberapa tips “kapan sebaiknya membawa anak ke dokter” untuk beberapa sakit umum dibawah ini, semoga bermanfaat. (nakita)
1. DEMAM
Rekomendasi American Academy of Pediatrics
* Bayi < 3 bulan dengan suhu tubuh 38 C
* Bayi 3 - 6 bulan dengan suhu 38,56 C
* Bayi dan Anak > 6 bulan, suhu 40 C
* Tidak mau minum atau sudah mengalami dehidrasi. Tanda dehidrasi adalah kekeringan pada mulut, ludah sedikit, volume urine kurang serta berwarna gelap atau jenuh; mata cekung; kehilangan elastisitas kulit dll.
* Menangis terus menerus tidak dapat ditenangkan
* Tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan
* Kejang, kaku kuduk leher, dan sakit kepala hebat
* Sesak napas
* Gelisah, muntah dan diare
* Demam lebih dari 72 jam khususnya tanpa batuk pilek
2. BATUK PILEK ( selesma & flu)
* Batuk menetap lebih dari 1 minggu dan demam lebih dari 72 jam
* Sesak napas
* Bibir dan kuku kebiruan
* Mengantuk terus menerus dan sulit dibangunkan
3. RADANG TENGGOROKAN dan TONSILITIS
* Demam tinggi lebih dari 72 jam tanpa batuk pilek
* Tenggorokan terasa nyeri
* Anak sama sekali tidak bisa minum dan dehidrasi
* Ada pembengkakan kelenjar dibawah rahang bawah
* Tidak bisa menelan
* Tidak bisa membuka mulut
* Mulut berbau menyengat
4. DIARE dan MUNTAH
* Tinja berdarah
* Anak tidak buang air kecil atau popok tidak basah lebih dari 8 jam
* Air mata kering dan bibir lidah juga kering
* Lemas , lesu dan mengantuk luar biasa
* Anak tidak memberikan respons ketika dibangunkan
* Kejang lama atau berulang
* Syok
Topics: Kesehatan, Tips n Trik | 1 Comment »
Available untuk di sewa 80T dan 100T crawler crane
By admin | August 21, 2008
Bagi yang berkecimpung di proyek2 konstruksi dan perlu crane , saat ini ada / available For Rent 1 unit 80T ( LS 218 - Sumitomo) & 1 unit 100T (LS 238 Sumitomo) crawler crane, migas certificate ,full boom, loc : JAKARTA.
Bagi yang berminat bisa menghubungi Mr. Tatag at 081510102462 ; 021-25556787
Topics: Berita | 1 Comment »
« Previous Entries





